Tren Diet Baru: Intermittent Fasting, Berani Coba?
February 9, 2026
Mungkin Anda sering dengar istilah Intermittent Fasting atau diet puasa. Metode diet ini memang ramai akhir-akhir ini, karena ia terkenal dengan tidak menyiksa.
Intermittent Fasting atau puasa bersela yang mengatur pola makan Anda berdasarkan kapan Anda makan, bukan apa yang Anda konsumsi.
Biasanya dilakukan dengan metode 16/8. Yaitu 16 jam berpuasa, dan 8 jam Anda diperbolehkan untuk makan. Intermittent Fasting memiliki beberapa manfaat yang baik untuk tubuh kita, antara lain:
1. Menurunkan Berat Badan
Anda tetap dapat makan secara normal, hanya saja dengan pengaturan jadwal dan periode makan yang ketat.
Pengaturan ini secara alami mengurangi asupan kalori total, sehingga mendorong tubuh untuk membakar cadangan lemak sebagai energi.
2. Menurunkan Resistensi Terhadap Insulin
Berpuasa sendiri bisa menurunkan hingga 6% kadar gula dalam darah. Yang mencegah munculnya penyakit seperti diabetes tipe-2.
3. Detoksifikasi Tubuh
Sel-sel yang mengandung racun pada tubuh nantinya akan dimakan oleh sistem dan dijadikan sumber energi. Menjadikan mereka tidak bisa berkembangbiak.
4. Menyehatkan Jantung
Melakukan Intermittent Fasting akan bantu menurunkan kadar LDL (kolesterol jahat) sehingga menurunkan resiko penyakit jantung.
5. Mencegah Peradangan
Peradangan pada sistem tubuh menjadi pemicu munculnya berbagai penyakit kronis karena tubuh menerima asupan sesuai saat dibutuhkan.
Pertanyaannya adalah, bagaimana cara melakukan Intermittent Fasting yang benar dan tidak menyiksa tubuh?
Berikut adalah beberapa tips untuk memulai diet puasa:
- Mulai dengan Metode 16/8
Sangat cocok bagi pemula yang ingin memulai intermittent fasting. Mulai dengan 16 jam puasa setelah makan malam, kemudian mengakhirinya pada jam makan siang.
– Atur Konsistensi
Ini adalah langkah yang paling krusial dalam intermittent fasting karena menyiapkan tubuh untuk terbiasa menerima nutrisi pada waktu tertentu.
– Kurangi Konsumsi Gula
Gula bisa menyebabkan lonjakan kadar gula dalam darah saat melakukan diet puasa, yang menyebabkan badan akan sulit beradaptasi. Hal ini juga membuat energi stabil dan tidak lemas.
– Perhatikan Asupan Cairan
Menjaga badan tetap terhidrasi memang penting, namun ketika melakukan diet puasa, kurangi konsumsi minuman berkalori. Teh tawar, air mineral, dan kopi tanpa gula akan menjadi sahabat terdekat Anda.
– Kurangi Aktivitas Berat
Hal ini dikarenakan badan masih berusaha memproses intermittent fasting dan masih menyesuaikan energi. Olahraga masih bisa dilakukan saat diet puasa tapi cukup olahraga ringan saja.
– Mengenali Respon Tubuh
Setiap orang akan mengeluarkan respon yang berbeda-beda tergantung dari kondisi awal tubuh dan sistem kita. Jika badan mulai merasakan mual, lemas ekstrem, atau sakit ada baiknya dihentikan terlebih dahulu.
Keberhasilan intermittent fasting bergantung kepada Anda melalui tekad dan konsistensi. Bergantung kepada pola makan, apa yang Anda konsumsi, dan juga gaya hidup.
Sumber:
https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/4050/ketahui-manfaat-dari-intermittent-fasting-diet-puasa
https://www.mitrakeluarga.com/artikel/apa-itu-intermittent-fasting
https://www.alodokter.com/panduan-intermittent-fasting-untuk-pemula
https://www.emc.id/id/care-plus/tips-dan-trik-intermittent-fasting-untuk-pemula
