Bahaya Kurangnya Terpapar Sinar Matahari Bagi Tubuh
February 9, 2026
Paparan sinar matahari terutama saat pagi hari membawa manfaat yang baik bagi kesehatan. Lalu, apa yang terjadi saat tubuh jarang terpapar sinar matahari?
Apabila tubuh kurang terpapar sinar matahari selama berkepanjangan dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan, baik fisik maupun mental karena tubuh kehilangan rangsangan alami untuk menjaga daya tahan tubuh. Akibatnya, metabolisme tubuh menjadi terganggu, timbul penyakit, dan suasana hati menjadi kurang bahagia.
Sinar matahari adalah sumber vitamin D bagi tubuh. Vitamin D sangat baik untuk kesehatan tulang, gigi, daya tahan tubuh, melawan infeksi, membantu meningkatkan suasana hati, hingga mencegah risiko penyakit kronis. Sayangnya, sebagian orang merasa terganggu dengan sinar matahari karena panas, kulit terbakar, dan dapat menyebabkan keringat berlebih sehingga memilih untuk sering berada di dalam ruangan.
Terlalu sering terpapar sinar matahari memang juga tidak baik bagi kesehatan, tetapi penting juga menyadari dampak dari kekurangan sinar matahari.
7 Manfaat Sinar Matahari
1. Menjaga kesehatan tulang
Sinar matahari pagi mengandung vitamin D yang diperlukan tubuh untuk meningkatkan penyerapan kalsium dan fosfor di usus sehingga mampu memperkuat tulang, gigi, serta otot.
Berjemur secara rutin saat pagi hari akan membantu tubuh mendapatkan asupan vitamin D yang cukup untuk mendukung pertumbuhan serta menjaga kesehatan tulang dan gigi.
Oleh karena itu, bayi yang baru lahir dianjurkan untuk sering dijemur di bawah sinar matahari pagi selama 10-15 menit saat jam 07.00-09.00 guna mendapatkan vitamin D yang baik untuk masa pertumbuhan. Tak hanya itu, mencukupi kebutuhan vitamin D setiap harinya dapat mencegah berbagai penyakit, seperti rakitis, osteoporosis, insomnia, tekanan darah tinggi, dan diabetes tipe 2.
2. Meningkatkan imunitas tubuh
Rutin berjemur di bawah sinar matahari pagi dapat memenuhi asupan vitamin D yang dapat membantu meningkatkan sistem imun tubuh sehingga mampu melawan bakteri, virus, dan kuman penyebab penyakit.
Daya tahan dan kekebalan tubuh akan meningkat sehingga produktivitas di luar ruangan juga diperlukan untuk menjaga kesehatan yang seimbang. Selain itu, pengidap penyakit tuberkulosis, jantung, autoimun, sklerosis multipel, flu, dan beberapa jenis penyakit kanker direkomendasikan untuk sering berjemur di pagi hari guna membantu proses pemulihan.
3. Memperbaiki kualitas tidur
Tidur menjadi waktu terbaik untuk proses regenerasi sel, detoksifikasi, memperbaiki sel-sel yang rusak, dan memulihkan kondisi setelah beraktivitas seharian. Oleh karena itu, penting untuk menjaga kualitas tidur yang baik, terutama saat malam hari agar terhindar dari insomnia.
Saat tubuh kekurangan hormon serotonin dapat menyebabkan masalah sulit tidur. Hal ini dapat diatasi dengan rutin berjemur di pagi hari untuk merangsang produksi hormon serotonin yang berperan penting dalam mengatur siklus tidur dan menjaga pikiran agar tetap tenang.
4. Mencegah depresi
Produksi hormon serotonin yang didapat saat berjemur di pagi hari dapat meningkatkan suasana hati sehingga bagus untuk kesehatan mental. Selain itu, perasaan tenang, bahagia, dan rileks dapat membantu Anda mengurangi pikiran negatif yang memicu stres sehingga dapat mencegah depresi.
5. Mengatasi penyakit kulit
Mendapatkan paparan sinar matahari pagi yang cukup bermanfaat untuk mengatasi sejumlah permasalahan kulit, seperti eksim, psoriasis, hingga jerawat.
Berjemur di bawah sinar matahari pagi dapat merangsang produksi vitamin D secara alami yang berperan besar dalam melindungi kulit dari radiasi UV, melembapkan kulit, menenangkan kulit yang meradang, dan mencegah terjadinya penuaan dini.
6. Menurunkan risiko kanker
Paparan sinar matahari yang berlebihan dapat memicu penyakit kanker kulit. Namun, dengan jumlah paparan yang tepat justru dapat memberikan efek protektif terhadap beberapa jenis penyakit kanker, yaitu kanker prostat, kanker pankreas, kanker ovarium, kanker usus besar, dan kanker kelenjar getah bening. Namun, penting memastikan untuk tetap menggunakan tabir surya setiap kali berjemur guna melindungi kulit dari rasa terbakar dan risiko terkena kanker kulit.
7. Meningkatkan fungsi otak
Berjemur di bawah sinar matahari pagi secara rutin selama 20 menit dapat membantu meningkatkan kemampuan fungsi kognitif otak dan memperkuat daya ingat.
Selain itu, dapat memicu pertumbuhan sel saraf pada hipokampus yang merupakan bagian kecil di otak yang berperan dalam membentuk, mengatur, dan menyimpan informasi.
Dampak Kurangnya Sinar Matahari pada Kesehatan Fisik
1. Nyeri Tulang dan Radang Sendi
Masalah nyeri pada tulang dan sendi umumnya terjadi pada orang dewasa. Dilansir dari liputan6.com, nyeri tulang dan otot dapat terjadi karena jarang terpapar sinar matahari sehingga kekurangan vitamin D dan kalsium.
Jika tubuh kekurangan vitamin D yang bersumber utama dari matahari dapat menyebabkan radang sendi karena sistem imun menyerang persendian.
Saat mengalami hal tersebut, Anda akan merasakan gejala, seperti peradangan pada kulit atau kuku, nyeri sendi, dan pembengkakan.
2. Masalah Jantung
Kekurangan sinar matahari dapat meningkatkan risiko masalah kardiovaskular karena kurang vitamin D dalam tubuh.
Orang yang kekurangan vitamin D dari sinar matahari akan lebih rentan terserang penyakit jantung, kanker prostat, dan kanker payudara.
3. Kanker
Dilansir dari klikdokter.com, mereka yang tinggal di daerah minim sinar matahari cenderung lebih besar berisiko menderita berbagai jenis kanker. Jumlah paparan sinar matahari yang tepat bermanfaat untuk mencegah penyakit kanker.
Di sisi lain, melansir dari halodoc.com, sinar matahari yang mengandung UVA dan UVB dapat merusak DNA di dalam sel kulit manusia sehingga berisiko besar terkena kanker kulit.
4. Daya Tahan Tubuh Melemah
Saat kekurangan vitamin D, maka tubuh akan menjadi lebih mudah terserang infeksi dan penyakit karena sistem kekebalan tubuh menurun.
Dampak Kurangnya Sinar Matahari pada Kesehatan Mental
1. Depresi
Jarang terpapar sinar matahari rentan terkena stres dan depresi. Hal ini karena sinar matahari dapat meningkatkan hormon serotonin yang berkaitan dengan suasana hati.
Hormon serotonin dapat meningkatkan suasana hati, perasaan tenang, rasa fokus, menghilangkan kegundahan, dan bahagia dalam diri.
2. Insomnia
Cahaya matahari sangat penting dalam mengatur jam tidur yang efektif. Saat Anda lebih sering berada di dalam ruangan dan sangat jarang terpapar sinar matahari dapat mengganggu pola tidur.
Pada malam hari, tubuh dapat merasa lebih segar dan susah untuk tidur, sebaliknya pada siang hari malah merasa mengantuk.
Apabila kondisi tersebut terjadi berulang dapat menyebabkan insomnia yang berakibat pada produktivitas, kesehatan, dan suasana hati.
Sumber:
- https://www.klikdokter.com/info-sehat/kesehatan-umum/ini-yang-terjadi-jika-tubuh-kekurangan-sinar-matahari
- https://www.liputan6.com/hot/read/3996622/7-masalah-kesehatan-yang-muncul-saat-tubuh-kurang-terkena-sinar-matahari
- https://www.alodokter.com/manfaat-matahari-pagi-sehangat-sinarnya
- https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/manfaat-sinar-matahari-pagi
- https://www.halodoc.com/artikel/sering-terpapar-matahari-bisa-sebabkan-kanker-kulit
